Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Selasa, 05 Maret 2013

Pengalaman TentangBroadcasting

Kuliah Broadcasting itu Keren Lho…

TIDAK salah untuk memilih jurusan kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan tekhnik. Tapi coba kini dipikirkan mau sampai hanya jurusan itu-itu saja yang terbenak dipikiran kita, apa pengetahuan kita masih minim, padahal masih banyak jurusan yang bagus dan berpeluang mendapatkan pekerjaan. Sampai kapan kita seperti itu yang ada kita akan ketinggalan di dunia Globalisasi Informasi dan Kreatifitas.
Broadcasting merupakan salah satu dari Ilmu Komunikasi, tetapi di Broadcasting lebih di tekankan untuk penyiaran Televisi dan Radio. Dari SMA saya senang yang namanya dunia jurnalistik, karena menjadi seorang Jurnalis itu keren, menantang, deg-degan, penuh petualang, dan menggenggam dunia.
Setalah tamat dari SMA saya bertekad untuk kuliah yang berhubungan dengan Ilmu Komunikasi, kebetulan kakak saya kuliah di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Dia memberi masukan kepada sebaiknya saya kuliah di Bina Sarana Informatika (BSI)  yang siap kerja. Saya langsung terbang ke Jakarta untuk meraih impian dan cita-cita menjadi seorang broadcaster dengan dukungan penuh oleh orang tua dan kakak-kakak.
Sesampai di Jakarta lalu dia memberi penjelasan serta brosur BSI kepada saya. BSI merupakan perguruan Tinggi swasta kampusnya ada dimana-mana sehingga mahasiswa memilih kampus yang lebih dekat dari tempat tinggalnya. Selain itu BSI mampu untuk terjun langsung ke lapangan kerja yang luas, biaya kuliah yang relatif murah.
BSI yang berbentuk akademik memliki 6 Akademi salah satunya Akademi Komunikasi (akom) yang mempunyai 3 Jurusan yaitu Public Relation (Kehumasan), Broadcasting (Penyiaran), Advertising (Periklanan). Tanpa Berpikir panjang saya memilih jurusan Broadcasting. Kampus BSI 45  terletak di Jalan Salemba Tengah No.45, Jakarta Pusat.
Awal perkuliahan  saya yang masih buta dengan semua mata kuliah di semester 1, seperti Announching, photografi, Pengantar Dunia Penyiaran, Pengantar Ilmu Komunikasi. ilmu Announching pada intinya ilmu terapan tentang bagaimana cara berbicara kepada publik dengan benar dan jelas, bagaimana seorang presenter ketika  kejar deadline berlari-lari agar nafasnya tidak tergganggu dan dapat diliput oleh kameramen dengan maksimal.
Photografi, bagaimana belajar teknik memotert. Dunia Penyiaran belajar apa-apa saja yang ada pada radio dan televisi, mengenal perlengkapan dan alat-alat studio radio dan televise. Kerja dibelakang layar menjadi kameramen, Floor Director, Program Director, Switcerman, Audioman, Editor, Spesial Effect Artist, serta Ilmu komunikasi bagaimana sesungguhnya komunikasi di media itu.
Broadcasting BSI banyak bekerjasama dengan FFTV IKJ karena sebagian Dosen IKJ juga mengajar di Broadcasting BSI. Di perkuliahan broadcasting jarang yang namanya teori sehingga kebanyakan belajar langsung praktek lapangan seperti mendatangi Radio terkemuka Prambos Fm, Kiss Fm, Trans TV, Metro TV, SCTV, Karnos Film dan paling menyenangkan kita belajar tidak pernah per individu tetapi perkelompok, sehingga mahasiswa broadcasting itu harus lincah, banyak bergerak, suka jalan-jalan, kompak, tidak boleh mengeluh, mampu bergaul dan berkomunikasi dengan siapapun. Sehingga dengan mudah mahasiswa sudah terbiasa mengenal dunia penyiaran itu.
Selain itu mengapa saya memilih broadcasting karena jurusan ini anti yang namanya matematika, jadi kalau ada seseorang yang dari awal tidak suka pelajaran matematika, segeralah masuk Jurusan Broadcasting. UTS dan UAS nya pun rata-rata membuat karya bukan bukan berbentuk ujian. Kini berjalannya waktu saya memasuki semester 2,  yang sebelumnya saya sudah banyak memperoleh pengalaman dan pelajaran di bidang radio dan pertelevisian bagaimana kerja di balik layar. Di semester 2 ini saya memasuki mata kuliah penulisan naskah, manajemen produksi, videografi dan tata cahaya, perencanaan program radio  dan televisi, serta etika profesi penyiaran.
Dengan mata kuliah sedemikian rupa, saat ini saya belajar bagaimana buat FTV (Film Televisi), menentukan anggaran, etika penyiaran yang terkait dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), membuat desain produksi, cara menjadi produser,videografi dan tata cahaya di televisi. Serunya kuliah di broadcasting banyak pengalaman, aktif, energi, berkarya tanpa henti. Semoga kelak saya bisa menjadi Broadcaster yang handal. Kuliah di broadcsating itu Keren Lho.(Shashalita Larashati)
 http://www.lintasgayo.com/23790/kuliah-broadcasting-itu-keren-lho.html

Dunia Broadcasting

DUNIA BROADCASTING

Teknologi komunikasi dan informasi telah membawa dampak terhadap dunia penyiaran, termasuk penyiaran di Indonesia saat ini. Penyiaran menyalurkan informasi, perannya semakin strategis, terutama dalam mengembangkan kehidupan demokratis dalampenyaluran aspirasi masyarakat. Dunia Broadcasting (penyiaran) adalah dunia yang selalu menarik perhatian bagi masyarakat. Selain menjadi sumber informasi, industri penyiaran pun menawarkan beragam sajian hiburan yang menarik. Bahkan industri penyiaran saat ini telah dijadikan kiblat trend dan menjadi bagian dari lifestyle.Perkembangan yang luar biasa dari dunia penyiaran, baik radio maupun televisi, telah memberikan banyak peluang menarik bagi para pelaku yang terlibat di dalamnya. Sehingga tidak heran bila banyak orang yang tertarik untuk berkarier di dunia broadcast ini. Siapapun bisa menjadi Broadcaster. Asalkan ada kemauan yang kuat untuk terus menerus meningkatkan kemampuan diri serta menimba ilmu dari mana saja dan dari siapa saja.
Berikut istilah-istilah yang ada di dalamDunia Broadcast :
  • Akting :Sebuah proses pemahaman dan penciptaan tentang perilaku dan karakter pribadi dari seseorang yang diperankan.
  • Audio Visual :Sebutan bagi perangkat yang menggunakkan unsur suara dan gambar.
  • Art Director : Sebutan bagi pengarah seni artistik dari sebuah produksi.
  • Asisten Produser : Seseorang yang membantu produser dalam menjalankan tugasnya.
  • Audio Mixing : Proses penyatuan dan penyelarasan suara dari berbagai macam jenis dan bentuk suara.
  • Angle : Sudut pengambilan gambar.
  • Animator : Sebutan bagi seseorang yang beprofesi sebagai pembuat animasi.
  • Audio Effect : Efek suara.
  • Ambience : Suara natural dari objek gambar.
  • Broadcaster : Sebutan bagi seseorang yang bekerja dalam industri penyiaran.
  • Background : Latar belakang.
  • Blocking : Penempatan objek yang sesuai dengan kebutuhan gambar.
  • Bridging scene : Adegan perantara diantara adegan – adegan lainnya.
  • Back Light : Penempatan lampu dasar dari sudut belakang objek.
  • Breakdown Shoot : Penentuan gambar yang sesuai dengan naskah atau urutan acara.
  • Bumper In : Penanda bahwa program acara TV dimulai kembali setelah iklan komersial.
  • Bumper Out : Penanda bahwa program acara TV akan berhenti sejenak karena iklan komersial.
  • Credit Title : Urutan nama tim produksi dan pendukung acara.
  • Chroma Key : Sebuah metode elektronis yang melakukan penggabungan antara gambar video yang satu dengan gambar video lainnya dimana dalam prosesnya digunakan teknik Key Colour yang dapat diubah sesuai kebutuhan foreground dan background.
  • Cutting on Beat : Teknik pemotongan gambar berdasar tempo.
  • Clip Hanger : Sebutan bagi adegan atau gambar yang akan mengundang rasa ingin tahu penonton tentang kelanjutan acara, namun harus ditunda karena ada jeda iklan komersial.
  • Cut : Pemotongan gambar.
  • Cutting : Proses pemotongan gambar.
  • Camera Blocking : Penempatan posisi kamera yang sesuai dengan kebutuhan gambar.
  • Clear – Com : Sebutan bagi penggunaan head-set audio yang dihubungkan dengan ruang master control.
  • Channel : Saluran.
  • Crazy Shot : Gambar yang direkam melalui kamera yang tidak beraturan.
  • Compotition : Komposisi.
  • Continuity : Kesinambungan.
  • Cross Blocking : Penempatan posisi objek secara silang sesuai dengan kebutuhan gambar.
  • Crane : Katrol khusus untuk kamera dan penata kamera yang dapat bergerak keatas dan kebawah.
  • Clip On : Mikrofon khusus yang dipasang pada objek tanpa terlihat.
  • Casting : Proses pemilihan pemain lakon sesuai dengan karakter dan peran yang akan diberikan.
  • Close Up : Pengambilan gambar dari jarak dekat.
  • Desain Compugrafis : Rancangan grafis yang digambar melalui tekhnologi komputer.
  • Durasi : Waktu yang diberikan atau dijalankan.
  • Dimmer : Digunakan untuk mengontrol naik turunnya intensitas cahaya.
  • Disc Jokey : Sebutan bagi pembawa acara musik yang menayangkan video Klip.
  • Dissolve : Tekhnik penumpukan gambar pada editing maupun syuting multi kamera.
  • Depth of Field : Area dimana seluruh objek yang diterima oleh lensa dan kamera muncul dengan fokus yang tepat. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh jarak antara objek dan kamera, focal length dari lensa dan f-stop.
  • Dialogue : Percakapan yang muncul dalam adegan.
  • Dramatic Emotion : Emosi gambar secara dramatis.
  • Editing : Proses pemotongan gambar.
  • Ending Title : Urutan nama yang dicantumkan pada akhir movie.
  • Engineering : Sebutan bagi pengerjaan dan pembagian kerja dalam masalah teknis penyiaran.
  • Establish Shot : Gambar yang natural dan wajar.
  • Extreme Close Up : Pengambilan gambar dari jarak sangat dekat.
  • Focus : Penyelarasan gambar secara detail, tajam, dan jernih hingga mendekati objek aslinya.
  • Final Editing : Proses pemotongan gambar secara menyeluruh.
  • Floor Director : Seseorang yang bertanggung jawab membantu mengkomunikasikan keinginan sutradara, dari master kontrol ke studio produksi.
  • Filter Camera : Filter yang digunakan untuk kamera.
  • Footage : Gambar – gambar yang tersedia dan dapat digunakan.
  • Hunting Location : Proses pencarian dan penggunaan lokasi terbaik untuk syuting.
  • Headset : Digunakan untuk dapat mendengarkan suara sutradara.
  • Hand held : Tekhnik penggunaan kamera dengan tangan tanpa tripod.
  • Image : Simbol yang sesuai objek.
  • Jumping Shot : Proses pengambilan gambar secara tidak berurutan.
  • Jimmy Jib : Katrol kamera otomatis yang digerakkan dengan remote.
  • Job Description : Deskripsi tentang jenis pekerjaan.
  • Jeda Komersial : Saat penayangan iklan komersial diantara acara televisi.
  • Job Title : Penamaan jabatan pada pekerjaan.
  • Konservatif : Serba teratur, tertib, dan apa adanya.
  • Kreator : Sebutan bagi seseorang yang menciptakan karya kreatif.
  • Lighting : Penataan cahaya.
  • Lighting Effect : Efek dari penataan cahaya.
  • Lensa Wide : Digunakan untuk memperbesar sudut pandang pengambilan gambar dari kamera.
  • Lensa Super Wide : Digunakan untuk sangat memperbesar sudut pandang pengambilan gambar dari kamera.
  • Long Shot : Gambar yang direkam dari jarak yang jauh. Biasanya digunakan dengan cara pengambilan gambar dari sudut panjang dan lebar.
  • Master Control : Perangkat teknis utama penyiaran untuk mengontrol proses distribusi audio dan video dari berbagai input pada produksi untuk siaran live show maupun recorded.
  • Magazine Show : Rancangan acara dengan format majalah.
  • Main Object : Target pada objek utama.
  • Medium Close Up : Pengambilan gambar dari jarak cukup dekat.
  • Medium Shot : Gambar yang diambil dari jarak sedang.
  • Medium Long Shot : Pengambilan gambar dari jarak yang panjang dan jauh.
  • Monitor : Digunakan untuk memantau gambar.
  • Master Video : Video utama berisikan rekaman acara televisi yang siap untuk ditayangkan maupun disimpan.
  • Multi Camera : Sistem dari tata produksi audio visual yang syuting secara bersamaan dengan menggunakan sejumlah kamera.
  • Middle Close Up : Pengambilan gambar dari jarak sedang.
  • Master Shot : Gambar pilihan utama dari sebuah adegan yang kemudian dijadikan referensi atau rujukan saat melakukan editing.
  • Sumber:  http://ughipklsicmultimedia.blogspot.com/2012/08/dunia-broadcasting.html

Info menarik wajib lihat

Ilmu Tentang Broadcasting

Broadcasting, atau penyiaran radio dan televisi adalah media massa, alat yang dipakai untuk berkomunikasi dengan orang banyak. Distribusi program radio (audio) dan televisi (video) disampaikan dengan transmisi kepada pendengar dan penonton. Setelah masa kepemimpinan Soeharto, perkembangan jumlah stasiun radio dan televisi sangat pesat sehingga banyak pekerja kedua media ini yang tidak mengenyam ilmu broadcasting.
Ada banyak sekali keahlian yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah stasiun radio apalagi televisi. Beberapa profesi yang sangat popular adalah penyiar radio, presenter televisi dan produser. Selebihnya mungkin masih sangat jarang kita dengar sambil kita kuliah, ada baiknya mendekatkan diri ke berbagai bisnis. Radio dan, khususnya televisi sangat membutuhkan orang-orang yang kreatif, inovatif dan produktif.
Jenis-jenis media
Seperti kita ketahui, media adalah suatu ‘alat’ yang menghubungkan kita dengan dunia luar. Tanpa media, kita akan sulit mengetahui apa yang terjadi di sekeliling kita. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa media adalah sumber informasi utama bagi semua orang di dunia.
Media dapat digolongkan menjadi tiga menurut jenisnya, yaitu media cetak yang terdiri dari koran, majalah, dll, media elektronik terdiri dari televisi dan radio, dan yang masih tidak jelas statusnya yaitu media online dengan perangkat internet.
Media online juga sering disebut ‘media banci’ karena fungsinya sama – sama dapat digolongkan ke dalam dua media sebelumnya, cetak dan elektronik.
Tiga jenis media tadi juga mempunyai kekurangan dan kelebihannya berdasarkan kecepatan, biaya produksi, ketajaman berita, dll. Kelebihan serta kekurangan ketiga media tersebut adalah:
Media Cetak
Kelebihan (+):
  • Repeatable, dapat di baca berkali-kali dengan menyimpannya atau mengklipingnya.

  • Analisa lebih tajam, dapat membuat orang benar-benar mengerti isi berita dengan analisa yang lebih mendalam dan dapat membuat orang berfikir lebih spesifik tentang isi tulisan.
Kekurangan (-):
  • Lambat, dari segi waktu media cetak adalah yang terlambat karena media cetak tidak dapat menyebarkan langsung berita yang terjadi kepada masyarakat dan harus menunggu turun cetak. Media cetak sering kali hanya memuat berita yang telah disebarluaskan oleh media lainnya.

  • Tidak adanya audio, media cetak hanya berupa tulisan yang tentu saja tidak dapat didengar.

  • Visual yang terbatas, media cetak hanya dapat memberikan visual berupa gambar yang mewakili keseluruhan isi berita.

  • Produksi, biaya produksi yang cukup mahal karena media cetak harus mencetak dan mengirimkannya sebelum dapat dinikmati masyarakat.

Media Elektronik
Kelebihan (+):
  • Cepat, dari segi waktu, media elektronik tergolong cepat dalam menyebarkan berita ke masyarakat luas.

  • Ada audio visual, media elektronik mempunyai audio visual yang memudahkan para audiensnya untuk memahami berita.(khusus televisi)

  • Terjangkau luas, media elektronik menjangkau masyarakat secara luas.
Kekurangan (-):
  • Tidak ada pengulangan, media elektronik tidak dapat mengulang apa yang sudah ditayangkan.

Media Online
Kelebihan (+):
  • Sangat cepat, dari segi waktu media online sangat cepat dalam menyampaikan beritanya.

  • Audio Visual, media online juga mempunyai audio visual dengan melakukan streaming.

  • Praktis dan Fleksibel, media online dapat diakses dari mana saja dan kapan saja yang kita mau.
Kekurangan (-):
  • Tidak selalu tepat, karena mengutamakan kecepatan berita yang dimuat di media online biasanya tidak seakurat media lainnya.

  • Tidak terjangkau luas. Belum semua lapisan masyarakat bisa menikmati layanan media online
Melihat kekurangan dan kelebihan yang dimiliki ketiga media di atas, media online mempunyai keunggulan dalam segi kecepatan. Kecepatan tersebut dapat mengalahkan kedua media lainnya karena audiens sekarang lebih mengutamakan kecepatan dan kemudahan dalam mengakses informasi, dan hal itu dimiliki oleh media online.
Melihat hal ini, prospek media online akan sangat unggul dan dapat mengalahkan kedua jenis media lainnya. Apalagi jika seluruh dunia dapat mengakses internet dengan mudah, otomatis media online akan lebih sering digunakan audiens dibanding kedua jenis media lainnya.
Permasalahan yang dihadapi adalah, saat ini media online belum bisa menjangkau semua lapisan masyarakat. Hanya beberapa kalangan tertentu yang bisa mengakses informasi melalui media online ini. Mungkin sekarang sudah lebih maju karena masyarakat lapisan bawah yang selama ini menjadi masyarakat minoritas pengakses media online, jumlahnya sudah meningkat. Namun masih ada kendala lain, yaitu keterbatasan Sumber Daya Manusia mereka, yang hanya bisa mengakses beberapa informasi kecil atau hanya sekedar chatting dan membuka situs jejaring sosial.
Mengenal Radio
Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi gelombang elektromagnetik. Cara modulasi merupakan proses perubahan suatu gelombang periodik, biasanya berfrekwensi rendah, sehingga menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi. Radiasi elektromagnetik adalah kombinasi medan listrik dan medan magnet yang merambat lewat ruang udara dan membawa energi.
Karakteristik Radio
Siaran Radio mempunyai sifat khusus atau karakteristik yang perlu dipahami, seperti hanya menyajikan suara, dapat membangun daya khayal, dan yang menjadi unggulan utamanya adalah cepat saat itu juga (real time).. karena dengan mempelajari dan menguasai pengetahuan karakteristik radio inilah program radio dapat dikembangkan secara maksimal.
Karakteristik Siaran Radio yang penting diketahui diantaranya:
-Auditif (konsumsi telinga)
-The Theatre of The Mind (media imaginasi)
-At Once (cepat/segera/seketika)
-Heard Once (didengar sepintas)
-Personal / akrab / individual
-Secondary Medium (teman dalam aktivitas).
-Menembus ruang dan waktu
-Murah / cheap
-Mobile (mudah dibawa/dipindahkan)
-Local (factor kedekatan)
-Media Massa / speaks to millions.
Tahapan Produksi Televisi
Televisi sebagai media elektronik merupakan media yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dalam memperoleh informasi. Selain karena informasi yang ditampilkan berupa audio visual, televisi bisa menayangkan informasi secara serempak. Selain itu televisi dapat menjangkau banyak masyarakat karena untuk dapat menikmati tayangan televisi, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya yang terlalu banyak. Dengan demikian sebuah program televisi akan bisa terus tayang tergantung respon dari masyarakat. Agar sebuah program televisi dapat mencapai sasaran penonton yang diinginkan, maka harus dilakukan beberapa tahapan produksi televisi sebelum kita membuat sebuah program televisi.
Berikut merupakan tahapan produksi televisi:
1. Membuat tujuan dari produksi, adalah bagian terpenting dalam tahapan produksi. Kita harus membuat tujuan dan sasaran yang jelas karena dengan tujuan tersebut maka tahapan produksi akan berjalan degan lancar. Jika tujuan tersebut tidak tercapai, maka kita dapat mengevaluasi bagaimana tujuan yang benar agar sebuah acara dapat diproduksi dengan baik. Tujuan produksi bisa untuk informasi, edukasi, dan lain-lain. Kenyataannya, tujuan utama dari produksi sebuah program adalah menarik minat pemirsanya sehingga akan mempengaruhi sukses atau tidaknya sebuah produksi program acara.
2. Menganalisa target penonton, sebelum melaksanakan produksi, hal yang harus kita lakukan adalah menganalisa target penonton baik dari psikografis, demografis, geografis, dan lain-lain sehingga tidak akan terjadi “salah alamat” dalam membuat suatu program. Program yang ditargetkan untuk orang tua, kemaslah program tersebut agar menarik ditonton oleh orang tua. Jangan sampai malah anak-anak yang menikmati sehingga yang terjadi adalah pemirsa bosan dan pemirsa yang bukan targetnya akan terkena imbas “Sindrom Televisi”.
3. Lihat kembali program sejenis yang sudah ada sebelumnya, Dalam memproduksi sebuah program, mari kita tengok ke belakang apakah program sejenis sudah ada atau pernah kita buat sebelumnya. Jika program yang pernah dibuat itu gagal, maka buatlah sebuah program baru. Kesalahan-kesalahan yang terjadi dalam program sebelumnya akan membuat program baru ini berbeda karena semua sudah dievaluasi. Perubahan itu penting. Dalam hal ini menyangkut konsep, pendukung artis, lokasi, dan waktu.
4. Membuat proposal program, Membuat proposal program adalah tahapan dimana konsep-konsep yang sudah dipikirkan matang-matang diterjemahkan ke atas kertas. Dalam menyusun proposal ini ada beberapa tahapan lagi yang harus dilewati. Yang pertama adalah membuat treatment dan jelaskan detail maksud dari dibuatnya program tersebut. Setelah bagian tersebut selesai dikerjakan, maka buatlah naskah keseluruhan program. Dalam hal ini menganalisa & menilai rancangan program, yang nantinya disetujui atau ditolak menjadi desain program.
5. Membuat Pengaturan Jadwal/Schedule, Pengaturan schedule acara tidak dilakukan begitu saja tanpa perencanaan serta evaluasi setelahnya. Ada proses yang dilalui sehingga tayangan tersebut bisa secara rutin dilakukan stasiun televisi. Yang mengatur itu semua dilakukan di satu departemen yakni Programming Departement. Di dalam TV Programming akan tercakup :
· Orientasi Program
· Kebijakan Program
· Strategi Program
· Sumber Acara
· Pola Acara
· Kriteria Acara
· Pengembangan Program
Untuk menjalankan ke 7 aspek di atas, programming memiliki harus memiliki strategi yakni : Counter Programming, Block Programming, Hammock, Tentoling, dan Stunting.
6. Memilih lokasi, Jika produksi didalam studio tidak mencukupi, anda harus memutuskan lokasi di luar . Orang yang bertugas untuk mensurvei dan mengkoordinasi lokasi dinamakan location scout atau location manager.
7. Memilih pemeran dan peralatannya, Disini anda memutuskan siapa yang akan memerankan tokoh-tokoh dalam produksi anda pameran langsung menawarkan kepada orang terkenal/bisa juga melalui proses seleksi (casting). Hal ini juga dapat dilakukan jauh sebelum produksi berlangsung. Ini bisa digunakan sebagai bahan proposal. Orang yang menangani hal kostum dan peralatan disebut Set Designer. Dia bertugas melihat naskah lalu melakukan penelitian kemudian mendiskusikannya dengan sutradara, setelah melakukan perjanjian diatas. Set Designer dapat juga sebagai Designer pada proses komputer jika produksi tersebut membutuhkan sentuhan komputer.
8. Memulai latihan dan shooting, tergantung dari jenis acaranya seperti apa. Latihan atau disebut dengan gladiresik bisa dilakukan pada saat sebelum acara utama dilakukan atau di shooting kan. Produksi acara yang menggunakan sistem live on tape harus melakukan gladiresik karena nantinya akan ada latihan khusus untuk gerakan, kamera, properti, dan lain-lain yang tidak bisa di rekam ulang. Berbeda dengan produksi drama yang bisa mengambil gambar berulang-ulang karena terbantu dengan teknologi editing.
9. Pasca Produksi, Setelah semua produksi dilakukan, selanjutnya menindaklanjuti hasil dari produksi kita. Televisi penyiaran memiliki rating. Di dalam lembaga televisi, acara aka dievaluasi, diuji coba/ditanggapi oleh para informer.
Senam di Broadcast
Broadcaster juga ada senamnya lho? Bisa disebut juga senam artikulasi. Karena seorang broadcaster harus punya artikulasi yang baik. Ini mutlak diperlukan. Bagaimana dia bisa menarik perhatian audience dan arah pembicaraan bisa ditangkap dengan jelas oleh audience, jika dia tidak mempunyai ‘kejelasan bicara’ (artikulasi) yang bagus. Nah! Kita bisa memulainya dengan senam broadcast ini. Sederhana, bisa dilakukan dimana saja tetapi satu yang terpenting, kita melakukan dengan teratur.
Berikut rangkaian kegiatan dari senam broadcast:
1. Lepas semua benda yang bikin ribet, semisal kacamata dll.
2. Lemaskan tangan
3. Taruh tangan di pinggang, lemaskan kepala, kemudian gelengkan kepala dua kalikesamping kanan, terus kesamping kiri. gerakkan sampai hitungan ke 8
4. Tangan tetap di pinggang. Anggukan kepala dua kali ke depan, dua kali ke belakang. Lakukan sampai hitungan ke 8
5. Putar kepala perlahan-lahan sampai hitungan ke 8
6. Tangan di pinggang. Ambil nafas, tahan di perut, kemudian lepaskan dengan membuka mulut selebar-lebarnya serta mengeluarkan suara vokal a. Ulangi hingga 8 kali
7. Tangan di pinggang. Buka mulut, bunyikan vokal a i u e o ulangi sampai 8 kali
8. Angkat kedua tangan ke muka setinggi pundak. Buka telapak tangan. Tegangkan, kemudian julurkan lidah ke bawah, dan mata buat mendelik. Tahan hingga hitungan ke delapan.
9. Angkat tangan ke muka setinggi pundak. Kuncupkan telapak tangan menyerupai paruh burung. Tegangkan. Kemudian kerucutkan mulut kamu sampai ‘mecucu’ setelah itu ekspresikan mata kamu bak seorang ketakutan. (meremkan kayak org ketakutan) tahan hingga hitungan ke 8

 http://sosbud.kompasiana.com/2010/06/16/ilmu-tentang-broadcasting-168945.html

Senin, 04 Maret 2013

Info-info Broadcasting

Belajar broadcast televisi



Tentu Anda sudah mengenal yang namanya televisi, setiap hari Anda pasti menonton video yang ada di televisi Anda. Adakah terbesit keinginan Anda untuk mengetahui bagaimana proses penyiaran televisi yang setiap hari anda tonton?

Asik kali ya.. kalau kita ikut terlibat didalamnya, Na... k'lo pengen tau, Saya akan cerita menurut sepengetahuan dan pengalaman saya.

Anda tau camera kan? na setelah mereka shoting menyhoting, tu kaset (Mini DV, DVD, VHS, dll) yang sudah merekam gambar selama satu jam diserahkan ke Post produksi untuk di edit.
Tau
istilah editing ngga? editing adalah proses potong memotong video melalui piranti komputer dengan menggunakan program/software editing, seperti; adobe premiere, sony vegas, edius, final cut pro, dll, proses pemasangan backsound musik, pemasangan dubbing suara, pemasangan grafis agar videoitu bisa buaguuuuuuussss...

Naaa... setelah selesai tu proses editing, baru di buat master siar, master siar ini macem-macem lo materinya, ada stasiun televisi yang menggunakan kaset sebaga
i master siarnya, ada juga yang sudah digital, yaitu menggunakan file mpeg, ada juga yang menggunakan file avi.

Setelah selesai pemasteran video, baru ditayangkan deh oleh yang namanya master control sesuai dengan j
adwal acara tersebut.

 

 

 

 

CARA KERJA STASIUN TELEVISI

 http://belajarbroadcast.blogspot.com/


 

gadget

Blogger news

teks kursor

Read more: http://harinfo-blog.blogspot.com/2012/05/cara-mudah-membuat-teks-mengikuti.html#ixzz2MA2UIMgz

Blogroll